1. Medsos

Apa Itu Engagement Rate? Pahami Tips dan Cara Menghitungnya!

Anda jangan langsung bangga apabila mempunyai segudang followers di media sosial, tetapi memperoleh engagement rate yang kecil. Soalnya, hal tersebut menandakan konten yang dipublikasikan tidak terlalu berkesan di mata audiens. Untuk itu, Anda wajib memahami seluk-beluk dari engagement rate.

Kata engagement rate adalah istilah yang sering kali terlintas dalam benak pengguna media sosial maupun website. Sebagai alat ukur keterlibatan audiens, indikator ini dekat dengan keperluan pemasaran digital. Nah, supaya Anda bisa lebih kenal dan paham soal engagement rate, mari simak penjelasannya. 

Definisi Engagement Rate

Menurut situs Hopperhq, engagement rate adalah metrik dasar yang dimanfaatkan dalam pemasaran untuk mengukur kinerja sebuah konten pada platform tertentu, seperti website dan media sosial.

Bagi mereka yang sering berkecimpung dalam dunia digital, istilah ini sangat penting untuk dipahami agar bisa menilai keterlibatan audiens dengan konten yang dipublikasikan. Engagement rate juga bisa dipakai untuk memahami kebutuhan audiens berdasarkan jumlah interaksi mereka dengan konten tertentu. 

Setiap platform pasti mempunyai tingkat engagement rata-rata yang berbeda. Oleh karena itu, Anda harus membandingkan secara apple to apple dengan pesaing sejenis dalam media yang sama.

Faktor yang Mempengaruhi Engagement Rate

Faktor yang mempengaruhi Engagement Rate (sumber: Pexels)
Faktor yang mempengaruhi Engagement Rate (sumber: Pexels)

Mengutip dari laman resmi Sprout Social, mempelajari dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi engagement rate adalah hal yang lumayan sulit. Ditambah lagi, tidak ada definisi pasti mengenai keterlibatan audiens mengingat interaksi akan selalu berubah sesuai topik dan media yang digunakan.

Meskipun demikian, setidaknya terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat engagement berdasarkan platform yang digunakan.

Mulai dari website, faktor yang mempengaruhi engagement rate adalah lama rata-rata pengunjung di sebuah halaman, scroll depth, bounce rate, tampilan halaman rata-rata, jumlah share serta beragam bentuk konversi.

Dalam ranah media sosial, jumlah likes, shares dan comments untuk setiap konten merupakan indikator yang berpengaruh. Namun, ini berbeda-beda tergantung setiap media sosial.

Facebook misalnya, banyaknya klik, reaksi, komentar, dan shares adalah faktor utama, sedangkan Instagram dipengaruhi oleh likes dan komentar. Adapun LinkedIn ditentukan oleh klik, post, interaksi, serta pengikut yang diperoleh dan Twitter melalui retweet, likes, dan komentarnya.

Tidak lupa pula dalam kampanye email. Dua faktor yang mempengaruhi engagement rate adalah open rates dan click-through rates.

Di satu sisi, kampanye multisaluran biasanya akan melibatkan pengukuran engagement rate terhadap beberapa media. Mengamati tingkat keterlibatan audiens secara berkala pastinya akan membantu evaluasi terkait apakah strategi pemasaran sudah tepat sasaran atau belum.

Cara Menghitung Engagement Rate

Cara menghitung engagement rate adalah dengan indikator jumlah likes, comments, serta shares. Namun, hal ini kembali lagi pada channel apa yang digunakan. Berikut ini beberapa rumus perhitungan yang dapat dicoba untuk menilai dan mengukur engagement rate yang diperoleh.

1. Engagement Rate by Post 

Untuk akun media sosial dengan angka reach postingan yang fluktuatif, perhitungan engagement rate by post bisa digunakan. Melalui pembagian dengan jumlah followers, maka nilai yang diperoleh akan lebih stabil nantinya.

Walaupun begitu, pada postingan yang viral dengan reach lebih tinggi, cara menghitung ini tidak akan mempengaruhi nilai engagement rate. Soalnya, rumus yang dipakai yaitu ER = Total engagements on a post / Total followers x 100%.

2. Engagement Rate by Reach

Pada kenyataannya, tidak semua followers dapat melihat konten yang dipublikasikan. Orang-orang yang tidak mem-follow pun bisa melihat konten Anda. Maka dari itu, perhitungan engagement rate berdasarkan jumlah reach sebenarnya lebih akurat ketimbang hanya berdasarkan followers

Ditambah lagi, angka reach juga dipengaruhi oleh engagement rate pada post yang sudah dihitung sehingga akan terus berubah. Untuk itu, rumus yang digunakan dalam menghitung engagement rate adalah ER = Total engagements per post / Reach per post x 100%.

3. Engagement Rate by Views

Untuk brand maupun merk yang menjadi konten utama, cara untuk mengetahui engagement rate adalah dengan jumlah views. Di sisi lain, Anda harus ingat bahwa views tidak sama dengan unique views

Maksudnya, 500 views yang diperoleh boleh jadi merupakan sumbangan dari 100 pengguna yang menonton video berulang kali. Anda bisa menggunakan rumus ER = Total engagements on video post / Total video views x 100% untuk menghitungnya.

4. Engagement Rate by Impression

Jenis perhitungan ini sangat cocok diterapkan dalam kampanye yang memperhatikan seberapa banyak impresi yang diperoleh, meskipun angkanya tidak tetap alias berubah-ubah. Adapun rumus menghitung engagement rate adalah ER = Total engagements on a post / Total impressions x 100%.

Mengapa Engagement Rate Itu Penting?

Mengapa Engagement Rate Itu Penting? (sumber: Pexels)
Mengapa Engagement Rate Itu Penting? (sumber: Pexels)

Mungkin Anda masih bertanya-tanya mengapa engagement rate adalah hal yang penting? Fungsinya sendiri tidak cuma sebatas alat pengukur kesuksesan suatu konten, tetapi juga meningkatkan efektivitas kerja tim di balik layar. Simak info selengkapnya.

1. Memantau Kompetitor

Di samping memantau kinerja website atau akun, Anda juga bisa lho mengecek performa kompetitor dari perusahaan lain melalui engagement rate-nya. Tools analisis semacam SocialBlade dapat membantumu untuk pekerjaan ini. 

Jika angka keterlibatan audiens pesaing tinggi, Anda bisa memanfaatkan hal tersebut sebagai media pembelajaran atau meniru tipis-tipis strategi yang mereka jalankan. Berlaku pula jika kompetitor mengalami penurunan, amati faktor apa saja yang menyebabkan pengurangan angka tersebut.

2. Memantau Efektivitas Konten

Sebagian besar orang menyukai sebuah postingan karena teman-temannya melakukan hal yang sama. Namun, jumlah likes yang segunung tidak menjadikan post tersebut bernilai lebih baik bagi audiens. Masih banyak pula konten di luar sana dengan jumlah likes tidak seberapa, tetapi banyak dicari di media sosial.

Maka dari itu, engagement rate adalah salah satu alat ukur untuk menyaring kegiatan followers dengan cara mengungkapkan apa kebutuhan mereka sekaligus sesuatu yang sedang hits atau menjadi tren.

Dari sinilah, efektivitas konten yang diunggah bisa terlihat. Jika engagement rate masih rendah, kemungkinannya konten kurang diminati sehingga Anda dapat melakukan evaluasi dan perbaikan supaya lebih bagus.

3. Memberikan Penilaian Terhadap User Experience

Apabila sebuah website mendapatkan engagement rate yang tinggi, itu tandanya pengunjung bisa berinteraksi dengan nyaman lewat konten yang dibawakan. Sebaliknya, perolehan engagement rate yang rendah menunjukkan adanya beberapa unsur dari user experience yang harus ditingkatkan. 

Misalnya, Anda mencantumkan Call to Action (CTA) dalam website, tetapi letaknya sulit ditemukan atau malah tidak user friendly. Akibatnya, tujuan kampanye jadi gagal tercapai akibat tidak adanya pengunjung yang mengklik CTA tersebut.

Dengan demikian, memperbaiki CTA yang lebih menarik menjadi salah satu langkah meningkatkan penilaian terhadap user experience website Anda .

Tips untuk Menaikkan Engagement Rate

Tips untuk Menaikkan Engagement Rate (sumber: Pexels)
Tips untuk Menaikkan Engagement Rate (sumber: Pexels)

Berikut adalah beberapa tips yang boleh diaplikasikan untuk menaikkan engagement rate. Perlu digarisbawahi, tips di bawah ini tidak cuma berlaku untuk website, melainkan juga untuk media sosial, ya. Selamat mencoba!

1. Melakukan Optimasi

Berbicara soal website, salah satu faktor yang mengakibatkan rendahnya engagement rate adalah tingginya angka bounce rate karena website yang lemot. Menurut situs Neil Patel, lebih dari 70 persen pengunjung memilih untuk meninggalkan dan tidak akan mampir lagi ke website dengan performa yang buruk. 

Oleh sebab itu, wajib bagi Anda untuk melakukan optimasi demi meningkatkan performa kecepatan website sehingga bisa membuat pengunjung betah berlama-lama di sana. 

Terdapat beberapa tips optimasi website yang dapat Anda terapkan. Pertama, mengoptimasi gambar yang diunggah dengan melakukan compress dan memakai format file JPEG yang lebih kecil. Selanjutnya, hapus plugin yang memang sudah tidak aktif dan tidak digunakan lagi. 

Ketiga, aktifkan proses penyimpanan sementara untuk data website dalam browser atau dikenal dengan istilah caching. Lewat proses ini, browser tidak akan butuh waktu lama dalam mengakses data website Anda di server.

Terakhir, pastikan untuk menggunakan web hosting dengan kecepatan mumpuni. Server LiteSpeed dapat menjadi jawaban untuk membuat kinerja website menjadi 12 kali lebih cepat ketimbang server lainnya.

2. Ciptakan User Interface yang User Friendly

Tahukah Anda bahwa sebagian besar pengunjung website rupanya datang dari mobile device? Jika tampilannya (user interface) tidak ramah pengguna alias user friendly, bukan tidak mungkin website Anda akan langsung ditinggalkan.

Berangkat dari itu, komponen website yang juga memengaruhi engagement rate adalah tampilannya. Tidak hanya berefek terhadap tingkat engagement, tampilan juga menentukan peringkat sebuah website di halaman pencari seperti Google. Berangkat dari hal itu, ada sejumlah cara untuk menciptakan user interface website yang lebih ramah pengguna.

Mulailah dengan menginstall tema website yang responsif, kemudian buat menu sederhana dan tampilkan yang penting-penting saja. Sebab, terlalu banyak menu justru akan membuat pengunjung kebingungan.

Jangan lupa untuk memilih font tulisan yang tepat dan mudah dibaca, serta pastikan jumlah pop-up yang ada tidak susah ditutup dan mengganggu pengunjung.

3. Buatlah Konten yang Berkualitas

Selain kedua poin di atas, alangkah baiknya Anda juga menghasilkan konten yang berkualitas supaya bisa meningkatkan engagement rate.

Dalam hal ini, kualitas sebuah konten dapat terlihat dari seberapa mampu konten tersebut menjawab tuntas pertanyaan para audiens. Beraneka gambar pendukung yang menarik juga mesti ditambahkan agar pembaca tidak mudah bosan sewaktu membaca.

Sebelum membuat konten, tentunya Anda harus mengenali target pembaca terlebih dahulu. Apabila target pasar yang dituju adalah orang awam, maka Anda pun perlu membawakan materi dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh kalangan awam. Dengan begitu, peluang meningkatnya engagement rate website akan semakin besar.

Baca juga: Mengenal Arti, Peran, Jenis, & Cara Menjadi Influencer

Itulah serba-serbi engagement rate, baik pada website maupun media sosial yang mesti Anda ketahui. Sebagai indikator pengukuran performa suatu konten, engagement rate adalah sesuatu yang wajib dikuasai demi pemasaran yang tepat sasaran. Selamat mencoba!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Apa Itu Engagement Rate? Pahami Tips dan Cara Menghitungnya!

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Target audience merupakan kelompok konsumen khusus yang memiliki potensi tertinggi dan tertarik dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan. Oleh karena itu, sasaran pasar atau audiens target ini harus menjadi fokus dalam kampanye periklanan Anda. Strategi pemasaran untuk mencapai target pasar biasanya dapat didasarkan pada beberapa kriteria, seperti usia, lokasi, jenis kelamin, pendapatan, socioeconomic status, […]
    Menjadi wirausahawan adalah impian bagi banyak orang. Namun, sebelum memulai usaha, penting untuk memahami perbedaan wirausaha dan kewirausahaan. Banyak yang mengira bahwa wirausaha dan kewirausahaan sebagai dua hal yang sama. Walaupun, wirausaha dan kewirausahaan adalah dua hal yang saling berkaitan, kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Penasaran apa perbedaan wirausaha dan kewirausahaan? Simak […]

    Trending

    Industri game di Indonesia berkembang pesat, dengan banyaknya pemain dari berbagai usia  menjadikannya sebagai hobi sekaligus mengisi waktu saat senggang. Namun, hal ini mendapatkan pertanyaan apakah game tersebut terdapat titik kritis (indikator suatu kehalalan) oleh pihak terkait? Konsep “game halal” didefinisikan sebagai game yang tidak mengandung unsur-unsur terlarang dalam Islam, seperti judi, kekerasan berlebihan, pornografi, […]
    Dalam dunia digital marketing, terdapat strategi yang disebut STP atau Segmentasi, Targeting, dan Positioning. Terdapat tiga tahapan dalam pendekatan pemasaran tersebut yaitu segmentasi, targeting, dan positioning itu sendiri. Para pebisnis tentunya perlu mengetahui konsep dari segmentasi targeting positioning agar bisa menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini! Apa itu Segmentasi, […]