1. Game

Ini Ternyata 5 Alasan Free Fire (FF) Disebut Game Burik

Sejatinya, julukan mengenai game burik 8 bit bikin sakit mata sudah sering tersemat pada game battle royale, Free Fire. Permainan ini selalu dibandingkan dengan PUBG Mobile yang memiliki grafis lebih bagus. Berikut Teknohacks rangkum informasi selengkapnya mengenai alasan game Free Fire mendapat sebutan sebagai game burik.

Apa Arti Game Burik?

Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “burik” mempunyai arti bopeng atau berbintik-bintik. Akan tetapi, kini banyak yang mengartikan burik sebagai jelek, buruk, dan tidak bagus.

Kemudian mengenai 8 bit, sebenarnya game semacam ini termasuk permainan konsol generasi ketiga, contohnya Sega, Gameboy, serta Nintendo. Walaupun hanya menggunakan prosesor 8-bit, game ini sangat memukau dan populer pada zamannya.

Tampilan gambar dari permainannya memang terlihat seperti piksel yang berbintik putih. Jika terlalu lama memainkannya, maka mata pun bisa terasa perih. Itu sebabnya muncul sebuah istilah game 8 bit bikin sakit mata.

Alasan Free Fire Disebut Game Burik 8 Bit yang Buat Sakit Mata

Gameplay Free Fire (Prameyanews)

1. Target untuk Kelas Menengah Ke Bawah

Alasan utama Free Fire tampak seperti game burik 8 bit sakit mata adalah karena Garena memang menargetkan pemain dari kelas menengah ke bawah. Sebab, tidak semua orang mampu membeli HP yang mewah.

Dengan demikian, Garena membuat game yang satu ini sekompatibel mungkin dengan aneka HP spesifikasi rendah. Jauh berbeda dengan grafis dan gameplay game PUBG Mobile yang terlihat sangat realistis.

2. HP Spek Kentang

Garena merancang game Free Fire khusus untuk target pasar menengah ke bawah yang umumnya memakai HP berspesifikasi rendah atau kentang. Oleh sebab itu, banyak HP kentang dengan RAM 1 atau 2 GB yang sudah mampu menjalankan game tersebut.

Hal semacam ini memang tidak dapat orang pungkiri mengingat kualitasnya yang Free Fire tawarkan pun tergolong standar seperti game burik 8 bit sakit mata.

3. Pemainnya Didominasi oleh Bocil

Banyaknya anak kecil alias bocil (bocah cilik) berusia 7-12 tahun yang mendominasi Free Fire membuat permainan ini disebut sebagai game burik 8 bit sakit mata. Di Indonesia sendiri, julukan game bocil sangat melekat dengan Free Fire.

Namun begitu, tidak sedikit pula orang dewasa yang memainkannya. Terdapat sejumlah gamer profesional dari cabang esport Free Fire. Sebut saja, Dylan Pros, FDW, dan masih banyak lagi.

4. Kualitas Grafis yang Rendah

Alasan berikutnya kenapa Free Fire mendapat julukan game burik 8 bit sakit mata adalah karena grafisnya yang rendah. Sangat timpang dengan game battle royale lain, misalnya Call of Duty ataupun PUBG.

Mengingat grafisnya yang tidak begitu detail, ukuran gamenya jadi lebih kecil yakni tidak sampai 1 GB. Perangkat untuk memainkan FF pun tidak harus yang memiliki spesifikasi tinggi.

5. Tidak Ada Pintu

Free Fire tergolong sebagai salah satu game burik 8 bit sakit mata gak ada pintu. Sebab, permainan ini memang tercipta khusus untuk perangkat berspesifikasi rendah. Apabila mempunyai pintu, maka ukurannya dapat mencapai lebih dari 1 GB.

Meskipun tujuannya lumayan baik supaya tidak membuat game menjadi berat, terdapat sejumlah gamer yang menyebutnya sebagai game burik 8 bit sakit mata. Hal tersebut jelas sangat berbeda dengan game pesaingnya seperti PUBG Mobile.

Itulah pembahasan terkait alasan Free Fire mendapat sebutan game burik 8 bit sakit mata. Kunjungi terus website Teknohacks supaya Anda selalu update dengan aneka informasi menarik lainnya.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Ini Ternyata 5 Alasan Free Fire (FF) Disebut Game Burik

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Target audience merupakan kelompok konsumen khusus yang memiliki potensi tertinggi dan tertarik dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan. Oleh karena itu, sasaran pasar atau audiens target ini harus menjadi fokus dalam kampanye periklanan Anda. Strategi pemasaran untuk mencapai target pasar biasanya dapat didasarkan pada beberapa kriteria, seperti usia, lokasi, jenis kelamin, pendapatan, socioeconomic status, […]
    Menjadi wirausahawan adalah impian bagi banyak orang. Namun, sebelum memulai usaha, penting untuk memahami perbedaan wirausaha dan kewirausahaan. Banyak yang mengira bahwa wirausaha dan kewirausahaan sebagai dua hal yang sama. Walaupun, wirausaha dan kewirausahaan adalah dua hal yang saling berkaitan, kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Penasaran apa perbedaan wirausaha dan kewirausahaan? Simak […]

    Trending

    Industri game di Indonesia berkembang pesat, dengan banyaknya pemain dari berbagai usia  menjadikannya sebagai hobi sekaligus mengisi waktu saat senggang. Namun, hal ini mendapatkan pertanyaan apakah game tersebut terdapat titik kritis (indikator suatu kehalalan) oleh pihak terkait? Konsep “game halal” didefinisikan sebagai game yang tidak mengandung unsur-unsur terlarang dalam Islam, seperti judi, kekerasan berlebihan, pornografi, […]
    Dalam dunia digital marketing, terdapat strategi yang disebut STP atau Segmentasi, Targeting, dan Positioning. Terdapat tiga tahapan dalam pendekatan pemasaran tersebut yaitu segmentasi, targeting, dan positioning itu sendiri. Para pebisnis tentunya perlu mengetahui konsep dari segmentasi targeting positioning agar bisa menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini! Apa itu Segmentasi, […]