1. Jaringan

Mengenal Apa Itu Localhost: Pengertian, Macam, & Fungsinya

Istilah localhost sering ditemukan dalam konten-konten atau materi terkait jaringan komputer (jarkom). Sementara itu, bagi Anda yang baru mulai belajar seputar jarkom, localhost adalah salah satu dari sekian banyak istilah yang terdengar asing di telinga.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, lantaran Teknohacks akan membahas teknologi tersebut. Mulai dari apa itu localhost, fungsi hingga macam-macamnya. Yuk, simak pembahasan berikut.

Apa Itu Localhost?

apa itu localhost
Apa Itu Localhost? (sumber: matob.web)

Pengertian localhost adalah suatu perangkat lunak sekaligus pemrograman komputer atau laptop yang berguna sebagai virtual server dan hanya bisa diakses melalui jaringan pribadi saja. Artinya, setiap situs web atau aplikasi yang tersimpan pada jaringan lokal tidak bisa dilihat maupun digunakan oleh banyak orang.

Untuk bisa mengaksesnya, user bisa menuliskan localhost/ pada browser yang digunakan. Di sisi lain, localhost adalah salah satu nama domain dan mempunyai alamat internet protocol (IP). IP address dari virtual server ini adalah 127.0.0.1 atau biasa disebut alamat loopback.

Loopback merupakan sebuah peristiwa yang mengarahkan pengguna untuk mengakses jaringan pribadi dengan mengetikkan angka 127.0.0.1 pada browser melalui koneksi IPv4. Selain memanfaatkan IPv4, user juga bisa memakai koneksi IPv6 dengan menuliskan :1.

Tiga angka terdepan, yaitu 127 merupakan pemicu terjadinya sebuah loopback. Dengan demikian, TCP/IP akan mendeteksi bahwa seseorang ingin mengakses jaringan secara lokal. Maka dari itu, janganlah membuka website online dengan loopback agar tidak menjadi situs lokal.

Fungsi Localhost Pada Website

fungsi localhost pada website
Fungsi Localhost Pada Website (sumber: kinsta)

Secara umum, fungsi localhost adalah untuk membuka situs web dengan menggunakan jaringan pribadi. Kemudian, apa saja fungsi host lokal pada website? Berikut rangkumannya.

1. Sebagai Server Offline

Fungsi pertamanya adalah sebagai server offline. Jaringan ini dapat membantu programmer dalam membangun website sebelum launching di internet. Sehingga, mampu meminimalisir kesalahan dalam proses pembangunan suatu situs.

2. Mengecek Koneksi Internet

Berikutnya adalah mengecek koneksi internet. Dalam hal ini sangat penting untuk diperhatikan, sebab pengguna harus mengirim permintaan ping ke host lokal agar mengetahui performanya. Misalnya, jumlah data yang diterima, dikirim maupun hilang dan waktu yang diperlukan untuk melakukan transmisi data.

Untuk pengecekannya, user dapat memanfaatkan command prompt dan ketikkan ping localhost. Perlu diingat juga bahwa cara tersebut hanya bisa dilakukan bagi pengguna Windows saja.

3. Menguji Website Secara Offline

Bagi programmer, virtual server yang satu ini sangat penting dalam proses pembangunan dan pengembangan situs web atau aplikasi, terutama yang memanfaatkan jaringan internet. Ketika sedang melakukan pembangunan, seorang ahli program harus mengkonfirmasi bahwa situs ataupun sistemnya dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Untuk melakukan pengujian, programmer dapat menggunakan alamat loopback agar bisa melakukan testing sebelum launching secara online.

4. Memblok Akses Website

Fungsi terakhir adalah bisa memblok akses website. Dengan memanfaatkan loopback, user dapat melindungi peramban dari berbagai situs berbahaya, seperti website yang memuat virus. Pada saat, seorang pengguna ingin mengakses sebuah situs website, maka DNS (Domain Name Server) akan memberikan internet protocol address kepada user.

Akan tetapi, jika user telah mengubah DNS menjadi alamat loopback, web tersebut tidak bisa diakses oleh setiap orang. Maka, ubahlah alamat domain jika situs yang sedang dibangun tidak ingin diakses oleh orang lain atau memuat sebuah virus.

Macam-Macam Localhost

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa host lokal merupakan salah satu komponen dari virtual server. Namun, perangkat lunak tersebut tidak mampu menjalankan suatu web tanpa bantuan web server lain, misalnya Apache. Hal ini berlaku bagi setiap server lokal. Berikut ini merupakan 5 apps yang bisa dipakai untuk membuat hosting lokal.

1. AMPPS

ampps
AMPPS (sumber: forum.pinegrow)

AMPPS adalah sebuah server lokal yang open source dan terdiri dari Apache, MySQL, PHP hingga Softaculous Installer. Lantaran mempunyai fitur Softaculous, hosting lokal ini dapat menginstal beragam jenis situs web secara mudah dalam beberapa klik. Mulai dari WordPress, Joomla dan Drupal. Namun, server ini membutuhkan jaringan internet untuk mengaksesnya.

2. XAMPP

xampp
XAMPP (sumber: zahrohsite.wordpress)

XAMPP adalah salah satu jenis server lokal dan sering dipakai oleh developer. Perangkat lunak ini merupakan bagian dari Apache yang di dalamnya terdapat MySQL untuk basis datanya dan PHP serta Perl sebagai bahasa pemrogramannya.

Selain itu, XAMPP juga dapat diinstal di berbagai sistem operasi, seperti Windows, Linux, dan Mac OS X. Faktanya, software ini bersifat open source yang berarti dapat didownload secara gratis.

3. Wamp Server

wamp server
Wamp Server (sumber: mythemeshop)

Sama halnya dengan XAMPP, Wamp server terdiri dari Apache, MySQL dan PHP. Host satu ini dapat diunduh secara gratis dan hanya diperuntukan untuk operating system Windows saja. Selain OS tersebut, pengguna dapat memasang aplikasi lain seperti AMPPS maupun XAMPP.

4. UwAmp

UwAmp adalah salah satu bagian dari localhost dan bisa dimanfaatkan untuk membuat situs offline. Perangkat lunak UwAmp ini sangat mudah digunakan karena cukup mengunduhnya saja tanpa perlu melakukan instalasi.

5. EasyPHP

easyphp
EasyPHP (sumber: warehouse.easyphp.org)

EasyPHP merupakan komponen host lokal yang terdiri dalam dua versi, yaitu Web server dan Dev server. Web server pada EasyPHP mempunyai kesamaan dengan Wamp server. Akan tetapi, perbedaannya terlihat pada penggunaannya saja, seperti dapat dipakai hanya dengan menggunakan flash drive ataupun hard disk.

Sedangkan pada versi Dev server terdiri dari beberapa modul dan menawarkan beragam kebutuhan untuk pengembangan aplikasi serta situs web. Dev server juga dilengkapi dengan berbagai bahasa pemrograman dan basis data, seperti PHP, MySQL, PhpMyAdmin, Python dan masih banyak lagi.

Baca juga : Apa Itu Wireframe: Pengertian, Cara Membuat, & Contohnya

Itulah informasi lengkap mengenai localhost yang telah Teknohacks rangkum. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat serta ilmu baru bagi Anda, terutama di dunia jaringan. See you in the next article!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Mengenal Apa Itu Localhost: Pengertian, Macam, & Fungsinya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Target audience merupakan kelompok konsumen khusus yang memiliki potensi tertinggi dan tertarik dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan. Oleh karena itu, sasaran pasar atau audiens target ini harus menjadi fokus dalam kampanye periklanan Anda. Strategi pemasaran untuk mencapai target pasar biasanya dapat didasarkan pada beberapa kriteria, seperti usia, lokasi, jenis kelamin, pendapatan, socioeconomic status, […]
    Menjadi wirausahawan adalah impian bagi banyak orang. Namun, sebelum memulai usaha, penting untuk memahami perbedaan wirausaha dan kewirausahaan. Banyak yang mengira bahwa wirausaha dan kewirausahaan sebagai dua hal yang sama. Walaupun, wirausaha dan kewirausahaan adalah dua hal yang saling berkaitan, kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Penasaran apa perbedaan wirausaha dan kewirausahaan? Simak […]

    Trending

    Industri game di Indonesia berkembang pesat, dengan banyaknya pemain dari berbagai usia  menjadikannya sebagai hobi sekaligus mengisi waktu saat senggang. Namun, hal ini mendapatkan pertanyaan apakah game tersebut terdapat titik kritis (indikator suatu kehalalan) oleh pihak terkait? Konsep “game halal” didefinisikan sebagai game yang tidak mengandung unsur-unsur terlarang dalam Islam, seperti judi, kekerasan berlebihan, pornografi, […]
    Dalam dunia digital marketing, terdapat strategi yang disebut STP atau Segmentasi, Targeting, dan Positioning. Terdapat tiga tahapan dalam pendekatan pemasaran tersebut yaitu segmentasi, targeting, dan positioning itu sendiri. Para pebisnis tentunya perlu mengetahui konsep dari segmentasi targeting positioning agar bisa menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini! Apa itu Segmentasi, […]