1. IT

Apa yang Dimaksud ROI? Inilah Definisi & Cara Menghitungnya!

Sewaku melakukan investasi, pasti selalu ada peluang untuk mendapatkan keuntungan sekaligus risiko mengalami kerugian. Dua hal inilah yang wajib Anda perhitungkan dengan teliti sebelum bulat memutuskan untuk berinvestasi. Salah satu caranya yaitu dengan memahami ROI (Return on Investment). Simak penjelasan selengkapnya.

Definisi Return of Investment (ROI)

Secara singkat, definisi ROI adalah laba atas investasi. Apabila dijelaskan secara detail, ROI adalah ukuran kinerja yang dipakai untuk melakukan evaluasi terhadap efisiensi suatu investasi atau membandingkannya dengan beberapa investasi berbeda. 

ROI dihitung dengan membagi pengembalian atau manfaat investasi dengan biaya investasi. Hasil yang diperoleh nantinya akan dinyatakan sebagai rasio atau persentase. Adapun target ROI adalah persentase keuntungan investasi berdasarkan biaya pengeluaran dan laba keseluruhan. Dari sinilah Anda bisa mengetahui dengan jelas seberapa bagus tingkat profitabilitas sebuah investasi.

Bisa dibilang, fungsi ROI adalah untuk mengukur efisiensi dari tindakan investasi. Melalui langkah yang terukur, setiap investasi yang dijalankan akan mempunyai risiko kerugian yang kecil, sejalan dengan potensi keuntungan yang jug dapat diprediksi.

Perhitungan ROI akan membantu Anda untuk mempertimbangkan kembali rencana investasi sebuah aset. Selain itu, bagi para investor sendiri, pemahaman yang tepat mengenai ROI mempermudah mereka dalam mengambil keputusan investasi dengan lebih tepat.

Apabila bernilai positif, maka ini menjadi pertanda baik. Maksudnya, investasi yang sedang berjalan berhasil memberikan keuntungan, atau sekurang-kurangnya dapat mengembalikan biaya awal yang sudah dikeluarkan.

Lebih lanjut, tingginya hasil ROI yang didapat juga mengartikan bahwa investasi tersebut berpotensi sangat baik. Kebalikannya, nilai ROI yang negatif menjadi pertanda agar Anda tidak lagi meneruskan investasi itu karena akan membawa kerugian.

Faktor yang Mempengaruhi Return of Investment

Faktor yang Mempengaruhi ROI (sumber: Pixabay)
Faktor yang Mempengaruhi ROI (sumber: Pixabay)

ROI dapat dipengaruhi oleh dua faktor Perubahan nilai salah satu atau kedua faktor ini akan turut memberi perubahan terhadap ROI yang dihasilkan. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

1. Profit Margin

Profit margin diartikan sebagai perbandingan atau rasio antara keuntungan bersih dengan penjualan bersih. Dalam konteks ini, kedua variabel tersebut tidak termasuk beban pajak atau sejenisnya. 

Besarnya laba yang didapat dalam setiap 1 rupiah penjualan dapat ditunjukkan pula dari hasil penghitungan profit margin. Sebagai contoh, kalau profit margin mempunyai nilai sebesar 25%, artinya 1 rupiah penjualan menghasilkan 0,25 rupiah keuntungan. Oleh sebab itu, semakin besar hasil kalkulasi profit margin, maka semakin besar juga keuntungan yang Anda dapatkan.

2. Perputaran Operating Assets

Operating assets merupakan aktiva yang berguna dalam kegiatan operasional, seperti bangunan, alat dan bahan, uang, sampai aset tanpa wujud misalnya hak paten. Sementara itu, aset investasi dan sebagainya yang tidak memberikan efek langsung terhadap operasional bukan termasuk operating assets sehingga tidak diikutkan.

Tingkat perputaran operating assets mesti dihitung untuk melihat seberapa jauh kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan berbagai aset yang dimilikinya. Perhitungan ini juga dapat dijadikan pertimbangan apabila Anda ingin mengembangkan usaha menjadi lebih maju.

Kelebihan & Kelemahan Return of Investment

Penggunaan ROI adalah seperti dua sisi koin, ada kelebihan sekaligus kelemahannya masing-masing. Dalam hal ini, Anda perlu memahami keduanya supaya tidak salah paham sewaktu melakukan penghitungan ROI.

Kelebihan

Berbicara soal kelebihan, ROI mempunyai peranan penting dalam pertimbangan rencana investasi. Karena sifat ROI yang menyeluruh, perusahaan bisa mengukur tingkat efisiensi dalam berbagai aspek. Kegunaan yang satu ini juga akan lebih maksimal bila akuntansinya telah berjalan baik.

Selain itu, ROI juga dapat dijadikan sebagai perbandingan dengan perusahaan lain jika rasio industri sudah diketahui dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan investasi, baik dalam pembelian maupun pendanaan.

Kelemahan

Tidak hanya kelebihannya, ROI juga mempunyai sejumlah kelemahan yang mesti diperhatikan. Pertama, adanya potensi kesalahan perbandingan akibat sulitnya membandingkan rate of return antarperusahaan yang bisa saja menggunakan praktik akuntansi yang berbeda.

Kedua, adanya perbedaan atas pembelian barang sewaktu inflasi dan tidak inflasi akibat fluktuasi nilai uang bisa memengaruhi penghitungan profit margin. Ditambah lagi, efektivitas ROI belum bisa dipastikan karena tidak mengikutsertakan perhitungan biaya modal. Padahal, biaya modal dibutuhkan pula untuk mengamati tingkat pemakaian modal.

Cara Menghitung Return of Investment

Cara Menghitung ROI (sumber: Pixabay)
Cara Menghitung ROI (sumber: Pixabay)

Sejatinya, ROI dijadikan sebagai ukuran dasar dari profitabilitas sebuah investasi. Ambil contoh seperti ROI atas investasi saham, ROI dari transaksi jual-beli properti, serta ROI yang diharapkan perusahaan dalam upaya perluasan pabrik.

Perhitungannya sendiri tidaklah rumit dan lumayan mudah untuk diaplikasikan. Beberapa hal dasar yang harus diketahui sebelum melakukan perhitungan ROI, antara lain besar anggaran, apa saja yang dijadikan investasi awal, laba investasi, sampai waktu yang ditentukan. Selanjutnya, rumus ROI adalah sebagai berikut.

ROI = (Total penjualan – Total Investasi Awal)/Total Investasi Awal x 100%

Walaupun terbilang sederhana, Anda harus menginput angka ke dalam rumus dengan cermat. Di samping itu, tentukan pula jangka waktu pengembalian biaya untuk memberikan batasan terhadap perhitungan yang dikerjakan. Dengan demikian, perkiraan pendapatan bisa diketahui secara lebih jelas.

Nantinya, jika nilai ROI adalah positif, tandanya total biaya investasi bisa dikembalikan alias balik modal. Sebaliknya, jika bernilai negatif, artinya pemasukan yang didapat tidak mampu menutup biaya investasi yang sudah dikeluarkan.

Memahami seluk-beluk ROI adalah hal wajib yang dapat membantu Anda menganalisis kelayakan investasi yang dijalankan. Berbekal ilmu dan analisis yang tepat, efisiensi perusahaan akan mengalami peningkatan bersamaan dengan keuntungan yang semakin memuaskan.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Apa yang Dimaksud ROI? Inilah Definisi & Cara Menghitungnya!

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Target audience merupakan kelompok konsumen khusus yang memiliki potensi tertinggi dan tertarik dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan. Oleh karena itu, sasaran pasar atau audiens target ini harus menjadi fokus dalam kampanye periklanan Anda. Strategi pemasaran untuk mencapai target pasar biasanya dapat didasarkan pada beberapa kriteria, seperti usia, lokasi, jenis kelamin, pendapatan, socioeconomic status, […]
    Menjadi wirausahawan adalah impian bagi banyak orang. Namun, sebelum memulai usaha, penting untuk memahami perbedaan wirausaha dan kewirausahaan. Banyak yang mengira bahwa wirausaha dan kewirausahaan sebagai dua hal yang sama. Walaupun, wirausaha dan kewirausahaan adalah dua hal yang saling berkaitan, kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Penasaran apa perbedaan wirausaha dan kewirausahaan? Simak […]

    Trending

    Industri game di Indonesia berkembang pesat, dengan banyaknya pemain dari berbagai usia  menjadikannya sebagai hobi sekaligus mengisi waktu saat senggang. Namun, hal ini mendapatkan pertanyaan apakah game tersebut terdapat titik kritis (indikator suatu kehalalan) oleh pihak terkait? Konsep “game halal” didefinisikan sebagai game yang tidak mengandung unsur-unsur terlarang dalam Islam, seperti judi, kekerasan berlebihan, pornografi, […]
    Dalam dunia digital marketing, terdapat strategi yang disebut STP atau Segmentasi, Targeting, dan Positioning. Terdapat tiga tahapan dalam pendekatan pemasaran tersebut yaitu segmentasi, targeting, dan positioning itu sendiri. Para pebisnis tentunya perlu mengetahui konsep dari segmentasi targeting positioning agar bisa menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini! Apa itu Segmentasi, […]